Tambang Emas Ilegal Disorot, Keselamatan Warga Jadi Perhatian

Global Indonesia  – Isu dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Simpang Banyak Julu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kembali mencuat ke publik. Aktivitas tersebut disebut-sebut telah berdampak serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tambang emas ilegal di wilayah tersebut patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas PETI diduga telah menelan korban jiwa. Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia pada tahun 2025, disusul seorang warga bernama Husnil yang meninggal pada November 2025 di area tambang.

Muhammad Saleh menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap PETI harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berwenang.

Ia berharap Kapolres Mandailing Natal yang baru dapat mengambil langkah konkret dan transparan guna memastikan hukum ditegakkan secara adil serta mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

SATMA AMPI Madina menilai keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penegakan hukum.(red)
Lebih baru Lebih lama