Pak Prapto Nikmati Lontong Kikil Legendaris Pojok Satlantas Bojonegoro.


GlobalIndonesia7 || Bojonegoro – Suasana hangat selepas magrib menyelimuti kawasan Pojok Satlantas di Bojonegoro, Rabu (26/03/2026). Di tengah ramainya pembeli, Pak Prapto yang akrab disapa Pak Totok bersama rombongan menyempatkan diri menikmati kuliner khas Trucuk, lontong kikil Mbak Kari yang telah puluhan tahun dikenal masyarakat.

Warung sederhana tersebut memang mulai buka sejak pukul 16.30 WIB hingga biasanya sekitar pukul 20.00 WIB atau sampai dagangan habis. Namun pada Rabu malam itu, antusiasme pembeli tampak lebih tinggi dari biasanya. Usai waktu magrib, pembeli kikil khas trucuk ini ramai hanya ingin menikmati sajian gurih makanan khas pojok satlantas tersebut.

Pak Totok dan rombongan datang saat suasana sudah ramai. Di sela-sela santap malam, beliau terlihat berbincang santai dengan warga dan pelanggan lain, menciptakan suasana akrab tanpa sekat. Kehadiran rombongan tidak mengurangi kesederhanaan suasana, dengan lesehan trotoar justru menambah kehangatan kebersamaan di lapak kuliner rakyat tersebut.

Lontong kikil racikan Mbak Kari memang dikenal memiliki cita rasa yang konsisten sejak dahulu. Kuah santan berbumbu rempah yang kental, kikil empuk yang dimasak hingga pas, serta perpaduan sambal cos (sambel kelapa) dan taburan bawang goreng menjadi ciri khas yang selalu dirindukan pelanggan. Tak sedikit pembeli yang rela antre demi seporsi lontong kikil hangat di malam hari.

Menariknya, pada malam itu rombongan Pak Totok menyelesaikan santapan mereka hampir bersamaan dengan habisnya seluruh dagangan Mbak Kari. Biasanya warung tutup sekitar pukul 20.00 WIB, namun kali ini sebelum waktu tersebut, seluruh porsi telah ludes terjual. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner legendaris tersebut.

Bagi warga sekitar, warung Mbak Kari bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari sejarah kuliner lokal yang telah bertahan puluhan tahun. Lokasinya yang berada di pojok kawasan Satlantas membuatnya mudah dikenali dan dicari pelanggan lama maupun pendatang baru.
Kebersamaan selepas magrib itu menjadi gambaran sederhana bahwa kuliner tradisional tetap memiliki daya tarik kuat. Di tengah beragam pilihan makanan modern, lontong kikil khas Trucuk tetap menjadi primadona, menyatukan berbagai kalangan dalam suasana hangat penuh kebersamaan.

Editor : Jalal 
Lebih baru Lebih lama