Zulkifli Hasan Kemenko pangan Serahkan Sapi Qurban Melalui Lumbung Kita.


Globalindonesia7 || Bojonegoro - Tokoh muda nasional sekaligus tenaga ahli di lingkungan Kementerian Pangan, Neng Farah Fataty kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan kalangan pesantren di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Setelah sebelumnya melaunching program “Gerakan Lumbung Kita” sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat, kali ini Neng Farah bersama sang suami, Muhammad Fatoni, mendistribusikan sapi qurban ke Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al Aziz yang berada di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kamis (28/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepedulian sosial sekaligus penguatan hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan pesantren dalam momentum menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kehadiran Neng Farah disambut hangat oleh pengasuh pondok, para santri, serta masyarakat sekitar yang turut hadir dalam penyerahan hewan qurban tersebut.

Dalam keterangannya, Neng Farah Fataty menyampaikan bahwa program sosial dan ketahanan pangan tidak hanya berhenti pada gerakan ekonomi masyarakat melalui “Lumbung Kita”, namun juga harus menyentuh nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial kepada masyarakat bawah. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan moral sekaligus penggerak sosial di tengah masyarakat.

“Beberapa waktu lalu kami melaunching Gerakan Lumbung Kita sebagai mitra Kementerian Ketahanan Pangan di wilayah Bojonegoro dan Tuban. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Idul Adha menjadi sarana memperkuat semangat berbagi dan solidaritas sosial. Oleh sebab itu, pihaknya berharap hewan qurban yang diserahkan dapat memberikan manfaat luas, khususnya bagi para santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.
Neng Farah yang juga dikenal sebagai cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Wahab Hasbullah dari Tambakberas, menilai bahwa nilai-nilai perjuangan ulama harus terus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Menurutnya, pesantren sejak dahulu telah menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial, pendidikan, hingga ekonomi umat.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, terkait pentingnya pemerataan distribusi bantuan sosial dan pangan kepada masyarakat. Ia berharap sapi qurban yang telah diserahkan nantinya dapat disembelih dan didistribusikan secara merata kepada santri serta warga di lingkungan sekitar pondok pesantren.
“Kami berharap daging qurban ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, khususnya warga yang membutuhkan. Semangat Idul Adha adalah semangat berbagi dan memperkuat kebersamaan,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Aziz KH. Muhammad Rofiq menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Menurut pengurus pondok, bantuan sapi qurban tersebut sangat berarti bagi para santri dan masyarakat sekitar, terlebih di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Selain menjadi simbol kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan kalangan pesantren dalam membangun ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat desa. Program “Lumbung Kita” sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu solusi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.Dengan adanya kolaborasi antara unsur pemerintah, pesantren, dan masyarakat, diharapkan semangat gotong royong dan kemandirian pangan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan sosial bangsa Indonesia.

Editor: Jalal 
Lebih baru Lebih lama