Global Indonesia - BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan “Atraksi Wisata” pada 22 dan 24 Maret 2026. Agenda ini akan dipusatkan di sejumlah destinasi wisata unggulan dengan menampilkan kesenian tradisional khas Bojonegoro dan sekitarnya.
Informasi yang tertera dalam materi publikasi resmi menyebutkan, kegiatan akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Pada 22 Maret 2026, rangkaian pertunjukan digelar di beberapa lokasi, Dander Waterpark – Jaranan (Rego Mudo Satryo), Growgoland – Barongsai (Ayem)
Galeri Bengawan, Reog (Cipto Budoyo)
Kayangan Api – Campursari (Kangen Budoyo), Babo – Jaranan (Putro Sendang Agung), Agro Belimbing – Jaranan (New Puji Anggoro)
Sementara pada 24 Maret 2026, pertunjukan Reog Singo Manunggal dijadwalkan kembali digelar di Dander Waterpark.
Kegiatan ini juga menampilkan dukungan visual dan simbolik dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah dalam materi promosi resmi, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal.
Secara terpisah, pihak Disbudpar Bojonegoro menyampaikan bahwa atraksi wisata ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku seni tradisional untuk tampil di destinasi wisata daerah. Momentum akhir pekan dan suasana bulan Maret diharapkan mampu menarik masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Sejumlah pelaku seni menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai, panggung terbuka di lokasi wisata dapat menjadi sarana promosi sekaligus menjaga eksistensi kesenian tradisional seperti jaranan, reog, campursari, dan barongsai yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Bojonegoro.
Namun demikian, masyarakat juga berharap pelaksanaan kegiatan memperhatikan aspek teknis seperti pengaturan lalu lintas, kebersihan area wisata, serta kenyamanan pengunjung. Pengelolaan yang baik dinilai penting agar kegiatan tidak hanya meriah, tetapi juga tertib dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Dengan digelarnya Atraksi Wisata ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata berbasis budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian seni tradisional secara berkelanjutan.
Editor : jalal